Selasa, 05 Februari 2013

sistem rem mobil

SISTIM REM PADA KENDARAAN

Agar kecepatan kendaraan yang sedang berjalan dapat dikurangi, dan kemudian dapat dihentikan, perlu diberikan gaya perlambatan putaran ban.
Ketika pengemudi mengoperasikan pedal rem, peralatan rem menghasilkan kekuatan (gaya lawan permukaan jalan) yang bekerja untuk menghentikan ban dan kekuatan (inertia) yang bekerja untuk menyerap tenaga yang membuat kendaraan itu berjalan, sehingga kendaraan dapat dihentikan. Dengan kata lain, tenaga dari ban (energi kinetik) yang bekerja untuk berotasi diubah menjadi gesekan panas (energi panas) dengan mengoperasikan rem yang bekerja untuk menghentikan rotasi ban.
Kendaraan bukan hanya harus berhenti tapi juga harus berhenti sesuai dengan kehendak pengemudi.
Sebagai contoh, rem harus menurunkan kecepatan kendaraan pada kecepatan yang diinginkan dari deselerasi dan berhenti pada kondisi yang relatif stabil pada jarak yang cukup singkat saat pengereman darurat. Alat utama yang berperan pada fungsi perlambatan seperti ini adalah sistem rem, termasuk di dalamnya adalah pedal rem, dan ban.
SISTIM REM
Ada dua tipe sistem rem. Rem kaki dan rem parkir. Sistem rem utama yang digunakan saat kendaraan berjalan adalah sistem rem kaki. Terdapat drum brake dan disc brake yang umumnya bekerja dengan tekanan hidraulik.
Sistem rem parkir digunakan saat kendaraan parkir. Sistem rem parkir mengoperasikan roda belakang melalui kabel-kabel atau sejenisnya sehingga kendaraan tidak bergerak.
ABS (ANTI-LOCK BRAKING SYSTEM)
ABS adalah unit pengendali rem yang menggunakan kontrol komputer otomatis untuk mencegah ban mengunci karena pengereman darurat. Sistem ini meningkatkan stabilitas kendaraan dan memperpendek jarak pengereman.
Karena dengan ABS ban-ban tidak mengunci dan roda tetap dapat dikendalikan bahkan saat rem ditekan secara mendadak. Sehingga kendaraan berada pada kondisi terkontrol dan dapat berhenti dengan aman.
ABS DENGAN EBD
"EBD" singkatan dari Electronic Brake force Distribution atau Electronic Braking force Distribution control .
EBD merupakan perangkat tambahan pada fungsi ABS konvensional. Bila ABS dilengkapi dengan EBD, tenaga pengereman yang sesuai dengan kondisi kendaraan akan didistribusikan ke setiap roda depan dan belakang, roda kiri dan kanan menggunakan unit pengendali hidraulik rem ABS.
BRAKE AXIS
BA adalah sebuah sistem yang membantu pengoperasian rem saat pengemudi tidak dapat memberikan tenaga yang cukup pada pedal rem. Tekanan mendadak yang diberikan pada pedal rem dianggap sebagai respon berhenti darurat, lantas secara otomatis dihasilkan tenaga pengereman yang sangat besar.
KONSTRUKSI
Sistem rem terdiri dari komponen-komponen berikut.
1. Pedal rem
2. Booster rem
3. Master cylinder
4. Proportioning valve (P valve)
5. Rem kaki
(1) Disc brake
(2) Drum brake
6. Rem parkir
BOOSTER REM
Booster rem adalah alat yang memanfaatkan perbedaan antara kevakuman mesin dan tekanan atmosfir untuk menghasilkan tenaga yang kuat (pendorong power) yang proporsional pada tenaga penekan pedal untuk mengoperasikan rem.
Booster rem menggunakan vakum yang dihasilkan pada intake manifold (atau pompa vacuum pada mesin disel)
Booster rem menggunakan perbedaan kevakuman mesin dan tekanan atmosfer untuk menghasilkan power boost. Karenanya, fungsi booster rem dapat dicek dengan melakukan pemeriksaan berikut.


1. Pengecekan fungsi air tightness
Untuk menghasilkan power boost, vacum di dalam booster rem harus dipertahankan, ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variabel ditutup seluruhnya oleh katup vacuum, dan udara harus mengalir dari katup udara.

(1) Matikan mesin setelah menghidupkannya selama 1 sampai 2 menit. Vacuum akan dibiarkan memasuki booster rem.
(2) Tekan pedal rem beberapa kali. Saat melakukan ini, bila posisi pedal lebih tinggi 2 atau 3 kali daripada posisi pertama, katup cek atau katup vacuum tertutup, katup udara terbuka, dan udara dibiarkan masuk. Dari hal ini dapat ditentukan bahwa air tightness dari tiap katup adalah normal.
2. Pengecekan pengoperasian
Bila mesin dihidupkan sementara tidak ada vacuum di booster rem, katup vacuum tertutup, dan katup udara terbuka, vacuum akan dibiarkan masuk ke ruang tekanan konstan. Kondisi pedal rem pada saat ini dapat digunakan untuk mengecek operasi power boost.
(1) Dalam kondisi mesin mati, tekan pedal rem beberapa kali. Udara akan masuk ke ruang tekanan konstan.
(2) Hidupkan mesin dengan kondisi pedal rem ditekan. Vacuum akan dihasilkan dan perbedaan tekanan akan dihasilkan antara ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variabel.
Bila pedal rem turun lebih dari yang sebelumnya pada saat ini, dapat ditentukan bahwa power boost yang normal telah dihasilkan.
3. Pengecekan fungsi load air tightness
Bila mesin dimatikan dengan kondsisi pedal rem ditekan, kondisi pedal dapat digunakan untuk mengecek kebocoran vacuum dari ruang tekanan konstan.
(1) Tekan pedal rem saat mesin hidup.
(2) Matikan mesin sementara pedal rem ditekan.
Pada kondisi ditahan, perbedaan tekanan antara ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variabel akan konstan. Kemudian, bila tidak ada perbedaan pada tinggi pedal rem sementara pedal rem tetap ditekan selama 30 detik, dapat disimpulkan bahwa katup cek dan katup vacuum tertutup dengan normal dan tidak ada masalah dengan ruang tekanan konstan.

MASTER CYLINDER
Master cylinder adalah peralatan yang digunakan untuk merubah tenaga pengoperasian pedal rem menjadi tekanan hidraulik. Sekarang ini, tandem master cylinder, yang memiliki dua piston, menghasilkan tekanan hidraulik pada sistem rem dua saluran.
Tekanan hidraulik kemudian salurkan ke disc brake calipers atau wheel cylinder pada tromol rem.

Reservoir berfungsi untuk menyerap perubahan volume minyak rem yang disebabkan oleh perubahan pada temperatur minyak rem.
Reservoir juga memiliki pembatas di bagian dalam untuk membagi tabung menjadi bagian depan dan belakang seperti yang terlihat pada gambar di sebelah kiri. Dengan desain dua bagian tabung ini memberikan kepastian penghentian kendaraan saat salah satu sirkuit gagal bekerja karena kebocoran minyak rem.
Sensor mendeteksi level minyak rem ketika level minyak rem di dalam tangki reservoir turun di bawah tingkat minimum, dan kemudian menggunakan lampu peringatan sistem rem untuk memberi peringatan kepada pengemudi.
Master cylinder adalah peralatan yang digunakan untuk merubah tenaga pengoperasian pedal rem menjadi tekanan hidraulik. Sekarang ini, tandem master cylinder, yang memiliki dua piston, menghasilkan tekanan hidraulik pada sistem rem dua saluran.
Tekanan hidraulik kemudian salurkan ke disc brake calipers atau wheel cylinder pada tromol rem.
Reservoir berfungsi untuk menyerap perubahan volume minyak rem yang disebabkan oleh perubahan pada temperatur minyak rem.
Reservoir juga memiliki pembatas di bagian dalam untuk membagi tabung menjadi bagian depan dan belakang seperti yang terlihat pada gambar di sebelah kiri. Dengan desain dua bagian tabung ini memberikan kepastian penghentian kendaraan saat salah satu sirkuit gagal bekerja karena kebocoran minyak rem.
Sensor mendeteksi level minyak rem ketika level minyak rem di dalam tangki reservoir turun di bawah tingkat minimum, dan kemudian menggunakan lampu peringatan sistem rem untuk memberi peringatan kepada pengemudi.
Bila sirkuit rem terbuka dan minyak rem keluar, rem tidak akan bekerja lagi. Atas alasan ini, sistem hidraulik rem dibagi menjadi sirkuit rem dua sistem.
Tekanan hidraulis dari master cylinder yang dikirim ke kedua sistem itu diteruskan ke disc brake calipers atau wheel cylinders. Tata letak dari sirkuit rem untuk kendaraan FR dan FF berbeda
Pada kendaraan FR, sirkuit rem dibagi menjadi sistem roda depan dan sistem roda belakang, tapi pada kendaraan FF digunakan pipa diagonal.
Karena beban yang diterima pada bagian depan kendaraan FF lebih besar, maka roda depan membutuhkan tenaga pengereman lebih besar dari roda belakangnya.
Bila kendaraan FR menggunakan sistem sirkuit rem sama dengan kendaraan F, ketika sistem pengereman roda depannya gagal, maka tenaga pengeremannya akan terlalu lemah. Lantaran itu, kemudian digunakan sistem jalur pipa diagonal untuk roda depan kanan dan roda belakang kiri; dan satu jalur lainnya untuk roda depan kiri dan roda belakang kanan. Dengan cara ini, bila satu sistem gagal, sistem lain akan mempertahankan tenaga pengereman pada tingkat tertentu.
PROPOTIONING VALVE
Katup proportioning (katup P) diletakkan antara saluran rem master cylinder dan wheel cylinder roda belakang.
Alat ini berfungsi untuk mendapatkan tenaga pengereman yang sesuai untuk memendekkan jarak pengereman dengan cara mengatur distribusi tenaga pengereman roda depan dan belakang agar roda belakang terhindar dari penguncian lebih awal saat pengereman darurat (saat beban ditransfer ke depan), dll.
Bila distribusi terjadi seperti yang diperlihatkan di (a), tenaga pengereman menjadi besar sehingga menyebabkan tenaga pengereman roda belakang menjadi terlalu besar dari kurva ideal. Sehingga membuat roda belakang mudah terkunci dan membuat kendaraan tidak stabil.
Sebagai tambahan, bila distribusi terjadi seperti yang diperlihatkan di (b), tenaga pengereman keseluruhan menjadi kecil, yang akan membuat roda depan mengunci dengan mudah dan menyebabkan hilangnya kontrol pengemudian.
REM KAKI
REM CAKRAM ( DISC BRAKE)
Disc brake mendorong piston menggunakan tekanan hidrolis yang dikirim melalui sirkuit rem dari master cylinder untuk membuat disc brake pad menjepit kedua sisi disc brake rotor dan menghentikan putaran ban.
Karena disc brake rotor dan disc brake pad saling menggesek, terjadi panas akibat friksi tadi. Tetapi, karena disc brake rotor dan brake body terbuka, panas friksi yang terjadi dapat dengan mudah menguap.


Berikut ini penjelasan beberapa tipe caliper.
(1) Tipe fixed
Caliper tipe fixed mempunyai sepasang piston untuk mendorong disc brake rotor pada kedua sisinya.
(2) Tipe floating
Caliper tipe floating hanya memiliki satu piston yang tertempel pada satu sisi caliper-nya. Piston berperan sebagai penerima tekanan hidrolis. Apabila disc brake pad ditekan, caliper akan bergerak ke arah yang berlawanan dari posisi piston, dan mendorong disc brake rotor dari kedua sisinya. Akibatnya, caliper akan menghentikan putaran roda. Ada beberapa jenis caliper tipe floating, tergantung dari metode pemasangan caliper pada disc rotor-nya.
REM TROMOL( DRUM BRAKE )
Drum brake menghentikan putaran ban menggunakan tekanan hidrolis yang dikirimkan dari master cylinder pada wheel cylinder untuk menekan sepatu rem (brake shoe) pada teromol rem (brake drum), yang berputar bersama dengan ban.
Saat tekanan hidrolis pada wheel cylinder hilang, tenaga pegas pembalik menekan brake shoe ke arah dalam permukaan teromol agar kembali ke posisi semula.
Karena brake shoe dikelilingi oleh brake drum, pelepasan panas yang dihasilkan terhambat. Tipe rem ini kurang tahan panas.
Ketika wheel cylinder menerima tekanan hidrolis, sepatu rem pada kedua sisi teromol ditekan melawan bagian dalam teromol dengan tenaga sama dengan tenaga hidrolis dari piston. Seperti yang diperlihatkan pada gambar di sebelah kiri, tenaga tekan yang dihasilkan pada sepatu rem sebelah kiri dan kanan berbeda.
Tenaga gesek menyebabkan sepatu rem sebelah kiri menggigit ke dalam teromol searah dengan putarannya. Sedang sepatu rem sebelah kanan menerima tenaga penolakan dari putaran teromol, sehingga terjadi penurunan tenaga tekan.
Aksi yang menaikkan tenaga gesek dengan menggigit ke dalam teromol disebut dengan fungsi self energizing, dan sepatu rem yang menerima fungsi ini disebut dengan leading shoe, dan sepatu rem yang tidak menerima fungsi ini disebut dengan trailing shoe.
REM PARKIR
Tipe Tuas Rem Parkir
1. Tipe tuas
Umumnya digunakan pada kendaraan penumpang dan niaga.
2. Tipe stick
Digunakan pada beberapa kendaraan niaga.
3. Tipe pedal
Digunakan pada kendaraan penumpang dan kendaraan kelas atas. Sekarang ini pembebasnya dioperasikan dengan pedal.
TIPS SEPUTAR REM
Cek Booster Rem Bila Pedal Terasa Keras
Sebagai pengendara, kita sepakat bahwa performa dan kondisi rem sangat penting bagi keselamatan di jalan. Selain penting, penggunaan pedal rem juga harus nyaman. Misalnya, pedal rem tidak keras saat kita injak. Dengan sedikit tekanan saja cukup membuat pedal rem terdorong dan laju kendaraan terkontrol. Secara teknis, ringannya pedal rem dapat terjadi karena adanya booster rem.
Maka, periksalah booster rem jika pedal rem terasa keras saat diinjak. Mungkin saja komponen yang terletak di ruang mesin (dekat master rem) ini mengalami kerusakan dan perlu perbaikan di bengkel. Nah, ada langkah-langkah awal mendeteksi rusak tidaknya booster rem.
1. Putar kunci kontak pada posisi OFF (mesin mati).
2. Kocok (tekan-lepas) pedal rem secara berulang untuk mendapatkan posisi pedal rem tertinggi (kaki tetap menekan pedal rem).
3. Hidupkan mesin.
4. Pada saat mesin sudah hidup, pedal rem akan turun dengan sendirinya (posisi kaki tetap menekan pedal rem).
5. Kemudian matikan mesin.
6. Pada saat mesin mati, maka pedal rem harus tetap posisi pada terbawah, dan pedal akan naik apabila Anda melakukan pengocokan kembali.
Bila hasil pengujian ternyata tidak sesuai dengan langkah-langkah di atas, ada kemungkinan booster rem memang bermasalah. Bila terbukti bahwa booster rem bermasalah, untuk mengatasinya Anda harus membawa mobil Anda ke bengkel. Sebab, minimal booster rem harus dioverhoul bahkan mungkin juga diganti. Untuk dua hal ini, tentu saja sebaiknya jangan Anda lakukan sendiri.
Tips Merawat Cakram Rem Mobil
Rem adalah salah satu bagian paling vital dalam pengoperasian kendaraan Anda. Keberadaan rem sangat penting untuk memberikan rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti satu itu sangat tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau perawatan diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal. Ujung-ujungnya, keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam. Untuk menjaga supaya rem tetap pakem tidak sulit, asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya.
Yang harus diperhatikan adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem, saluran rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.
Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Caranya, lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc break dan lepas pegangan kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila kampas rem kotor, gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya. Semakin bersih kampas rem, semakin bagus dan kuat fungsinya. Berikan gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya, namun hindari supaya tidak terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas, dan kancingkan.
Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah perawatan yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km untuk tipe otomatis dan 40.000 km untuk tipe manual. Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua minggu sekali.
Tips Saat Rem Blong Atau Macet
Terkadang saat kita berkendara, ada hal-hal yang tidak kita kehendaki seperti rem kendaraan kita mengalami macet atau blong. Bila hal itu terjadi akan membahayaka diri kita sendiri maupun pengendara lain.
Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan saat mengalami rem macet atau blong :
Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1).
Setelah kecepatan kendaraan berkurang, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan.
Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk membantu menghentikan kendaraan.
Lalu, bagaimana bila hasil pendeteksian Anda tidak menunjukkan kerusakan di booster rem? Mungkin saja pedal rem keras dipicu oleh ketidakberesan di komponen lain. Mungkin juga karena masalah pada pemasangan one way valve, atau pada kevacuman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar